Skip to content

Kesendirianku

Oktober 31, 2009

Sendirianku diatas bantal yang berkabut

Berjalan diatas jari-jari berlumuran darah hitam

Yang memahatkan sejumlah mitos-mitos

Dari sekian banyak wahyu yang diperkarakan

Rapuhnya ruh membuat esensi dari sebuah ukiran menjadi tak terlihat, terpahat dan hitam

Sekian lama mencoba menafsirkan,

khazanah klasik yang tak terungkap dalam setiap pahatannya olehku.

Mungkinkah akibat hilangnya kitab-kitab yang ada dalam setiap materi dan inmateri ditubuh ini, membuat hilangnya khazanah klasik yang seharusnya sudah terukir dalam setiap pahatan-pahatan.

Hingga ruh ini masih tetap bersatu dan terpisah dalam tanah yang terbentuk.

seorang pandai besi atau seorang pemahat takkan bisa.

Menajamkan setiap sabda-sabda, setiap ukiran melontarkan debu-debu yang membuat mata terasa perih keluar keringat dari kelopak mata ini untuk memuja diri-Nya.

hingga tak ada lagi yang dapat mengucap.

siapa aku …?

untuk apa aku hidup… ?

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: